Dari Tasawuf Menuju Makrifat

Tahukah anda? Bahwa ternyata belajar tasawuf itu wajib hukumnya. Sebagaimana kewajiban mempelajari ilmu yang mengatur anggota tubuh lahir, seperti wudlu,salat, Dll, mempelajari ilmu yang memperindah aspek batin juga wajib adanya. Nah, aspek batin inilah yang di garap ilmu tasawuf.

Buah mempelajari ilmu tasawuf adalah Makrifat atau yang biasa  disebut  Maqam Ihasan sebagaimana sabda Nabi :

“Hendaknya engaku beribadah kepada Allah seakan-akan Anda melihatNya. Kalau anda tidak sanggup berbuat demikian, maka ketahuilah dan yakinlah bahwa Allah selalu melihatmu”

Orang yang telah mencapai Makrifat disebut Arif dan Makrifat terbagi menjadi dua macam:

pertama Makrifat ‘Ammah , mengenal Allah secara umum. Yaitu Makrifat orang-orang yang meyakini adanya Allah berikut sifat-sifat dan kesempurnaan-Nya. Jadi semua muslim pada hakikatnya bisa disebut orang yang Arif dalam pengertian ini. Karena telah bersyahadat dan melaksanakan rukun Islam.

kedua Makrifat Khasah , Makrifat Khusus. Inilah yang menjadi tujuan mempelajari ilmu Tasawuf. Para ulama Tarekat mengartikan Makrifat ini sebagai mengenal Allah beserta nama-nama dan sifat-sifatNya yang sempurna, lalu bersungguh-sungguh dalam beribadah dan menghadap Allah. Setelah itu berusaha membersihkan diri dari tingkah laku yang jelek dan kemudian terus-menerus menghadap Allah di setiap waktu dengan penuh adab dan kesungguhan. Hingga pada ahirnya, kalbunya mampu untuk terus bermunajat kepada-Nya sehingga Allah memperlihatkan kepadanya rahasia-rahasia jalanya takdir. Orang semacam ini bisa disebut “Arif” sedangkan keadaan yang ia alami dinamakan Makrifat Khusus.

(Disarikan Dari pengantar buku “Terjemah al Hikam” oleh Gus Adib Bisri Rembang).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *